stories of a better time

Jika suatu hari kamu melihat seorang sedang bernyanyi di tengah swalayan kosong, biarkan, karena dia sedang meneriaki setiap brending ilusi kebutuhan manusia. Dia juga mengingatkan pembeli tentang tangan kecil pembungkus kotak hadiah.

Warm yourself by the fire son

And the morning will come soon

I’ll tell you stories of a better time

And a place that we once knew

Maka hangatkan dirimu dengan matahari, akan ada satu cerita menyenangkan tentang sebuah tempat. Sebuah tempat dimana alat tukar belum ditentukan, masih percaya pada keikhlasan dan kebaikan antar individu.

Tapi alat tukar akhirnya ditemukan, katanya untuk mempermudah menentukan nilai dari barang dan jasa. Alat tukar yang disebut uang ini akhirnya manjadi-jadi, keikhlasan dan kebaikan direduksi ke dalam matauang. Kita membantu apabila mendapat uang dan dibantu jika memberikan uang. Uang menjadi standar baru manusia.

Dan manusia bisa dibeli dengan uang. Di pasar pekerja, harga tenaga seorang manusai disamakan seperti harga barang.   Contohnya dalam sehari seorang manusia diberi upah sebesar 50, sedang barang yang dapat di hasilkan sebesar 100, sisa dari upah akan jadi hisapan kapital.

Karena upah yang diberikan hanya bisa diguanakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, barang dari sistem ini akan mengalami penumpukan, akibatnya barang akan rusak dan tidak bisa dipasarkan. Agar hal tersebut tidak terjadi, si kapital akan mencari pasar baru untuk produk-produknya.

 

Before we pocked out bags and left all this

Behind us in the dust

We had a place that we could call home

And a life no-one could touch

Apa kita bisa pergi dari tempat dimana uang adalah segalahnya? Tempat yang kita panggil rumah, namun tidak ada satupun memberikan kehidupan. Saya pikir tidak bisa, atas nama kebebasan, uang malah sudah menjadi-jadi, mereka membelah diri menjadi berbagai varian, mulai dari dollar, rupiah, sampai yen. Sialnya lagi, mereka mulai melakukan pembelian atas diri mereka, di pasar uang. Sedang, barang dagang bisa keluar masuk dari negara satu ke negara lain, menjadikan produk lokal –produk dari negara berkembang- akan kalah saing dan manusia lokal –pemilik produk lokal- tidak punya pilihan selain ikut dalam sistem.

 

Don’t hold me up now,
I can stand my own ground,
I don’t need your help now,
You will let me down, down, down!

Don’t hold me up now,
I can stand my own ground,
I don’t need your help now,
You will let me down, down, down!

Bagaimana kata “help” bisa diartikan jika penghisapan masih ada. Nantinya, setelah “help” itu diterima, pemberi akan meminta pengubahan regulasi agar bisa memperluas penghisapannya.

We are the angry and the desperate, (kami marah dan putus asa)
The hungry, and the cold, (kelaparan dan kedinginan)
We are the ones who kept quiet, (kita adalah satu yang tetap diam)
And always did what we were told. (dan tetap melakukan apa yang sudah kita katakan)
Apa mungkin sudah menjadi nasib dari buruh -negara dunia ketiga, selalu kelaparan dan kedinginan. Menjadi pasar baru dan buruh bagi negara maju. Merelakan penghisapan negaranya atas negara lain –imprialisme lenin.
But we’ve been sweating while you slept so calm, (tapi kita tetap berkeringan saat kamu tertidur lelap)
In the safety of your home (didalam rumahmu yang aman).
We’ve been pulling out the nails that hold up (bagaimanapun kita akan tetap menarik paku sampai keluar)
Everything you’ve known (apapun yang kamu tahu).

Namun, “nails” itu pernah keluar. Paska perang dunia kedua berakhir, sedang sebagian orang menganggap kapitalis dan komunis di anggap gagal. Maka harus ada satu pengabungan dan pengabungan itu saya pikir di temukan dalam teori keynes. Negara melalui kebijakan fiskal dan moneter mengintervensi secara aktif kebijakan industri, menetapkan standar upah sosial dan menentukan berbagai kebijakan jaminan kesehatan sosial. Serikat buruh dan partai politik kiri memiliki peran yang besar di aparatur negara.
Don’t hold me up now,
I can stand my own ground,
I don’t need your help now,
You will let me down, down, down!

Don’t hold me up now,
I can stand my own ground,
I don’t need your help now,
You will let me down, down, down!
Sayangnya, keynes harus tergerus. Tanda-tanda krisis yang serius dalam aktivitas akumulasi kapital muncul dimana-mana. Tingkat pengangguran bertambah dan inflasi terjadi. Krisis keuangan dialami sebagai akibat dari jatuhnya pendapat pajak dan membumbungnya belanja sosial.

Saya pikir kaynes luput, penganutnya terlalu percaya dengan sistem pembelanjaan negara yang berfokus pada perbaikan infrastruktur sosial dapat mengurangi tingkat pengangguran. Nyatanya tidak, tingkat pengangguran tetap tinggi, penarikan pajak menurun, dan terjadi pembengkakan dari pembelanjaan negara.
So open your eyes child, (jadi buka matamu)
Let’s be on our way. (mari kita berjalan bersamaan)
Broken windows and ashes (menghancurkan jendela dan debu)
Are guiding the way. (memandu jalan)
Sedang di negara-negara kapitalis maju, terdapat dua kejadian untuk mengatasi krisis ini. Yang pertama dengan memperkuat kontrol dan regulasi negara terhadap wilayah ekonomi lewat strategi korporasi, tawaran ini diajukan oleh partai sosialis dan komunis. Kedua, dari kegelisahan orang-orang kaya. Proporsi pendapatan nasional yang diterima oleh 1 persen orang kaya merosot setinggi 16%.
Keep quiet no longer, (terlalu lama diam)
We’ll sing through the day, (kita bernyai untuk menembus hari)
Of the lives that we’ve lost, (dari hidup yang telah hilang)
And the lives we’ve reclaimed. (dan hidup akan kite peroleh kembali)
Akhirnya, borjuis berhasil merentangkan jaraknya dari para proletar. Sebelumnya jarak mereka berbanding 30-1, sedang setelah terjadi krisis melonjak menjadi 500-1.
Go!
Maka:
Don’t hold me up now,
I can stand my own ground,
I don’t need your help now,
You will let me down, down, down!

Don’t hold me up now,
I can stand my own ground,
I don’t need your help now,
You will let me down, down, down!

Don’t hold me up…
(I don’t need your help, I’ll stand my ground)
Don’t hold me up…
(I don’t need your help)
No! No! No!
Don’t hold me up!
(I don’t need your help, I’ll stand my ground)
Don’t hold me up!
(I don’t need your help, I’ll stand my ground)
Don’t let me down, down, down, down, down!

Prayer Of The Refugee dari Rise Against , sebelumnya berjudul diaspora (penduduk asli yang dipaksa untuk meninggalkan tanah air mereka).  Lagu ini bermula dari seorang pengungsi yang bercerita kepada anaknya, tentang sebuah tempat yang menyenangkan.

Sayangnya tempat itu berubah ketika ada tawaran bantuan. Walaupun si pengungsi memilih untuk tidak dibantu, karena dia tahu bantuan itu akan membuatnya jatuh, bantuan itu tetap datang.

Maka dia mencoba melawan dengan cara-cara yang halus. Sedang dia menyuruh anaknya untuk melawan dengan cara revolusi.

 

Sumber:

Kuliah umum perkembangan sosialis abad 20, franz magnisuseno.

Neoliberalisme dan restorasi kelas kapitalis, david harvey.

Tuhan yang maha satu.[]

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Mr WordPress berkata:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in and view the post's comments. There you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *